
BANDUNG – Gabungan Koperasi Pegawai RI (GKPRI) Provinsi Jawa Barat sukses menghelat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Bandung pada 20 Mei lalu. Disamping dihadiri entitas gerakan koperasi pegawai RI se Jawa Barat, turut hadir Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi sekaligus memberikan sambutan. Forum tertinggi ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus masa bakti 2024-2029 untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun kedua mereka di hadapan segenap anggota.
Sebagai lembaga induk bagi koperasi pegawai di level provinsi, penyelenggaraan RAT ini bukan sekadar kewajiban konstitusi organisasi, melainkan menjadi barometer utama kesehatan dan soliditas PKPRI di seluruh wilayah Jawa Barat. Memasuki tahun kedua kepengurusan, kebijakan yang diambil tetap konsisten pada jalur penyempurnaan strategi yang telah dicanangkan sejak 2024. Sasaran utamanya jelas: peningkatan performa usaha dan pendapatan (SHU).
Strategi ini dijalankan melalui dua instrumen utama, yakni perbaikan serta renovasi Hotel Lengkong Heritage untuk mendongkrak nilai jual aset, serta penerapan efisiensi di berbagai lini operasional. Hingga tahun 2025, GKPRI Jawa Barat tercatat menaungi kekuatan besar yang terdiri dari:
- 23 PKPRI tingkat Kabupaten/Kota.
- 855 KPRI (Anggota Primer).
- 181.107 anggota perorangan
Tantangan Regenerasi dan Regulasi

Di balik capaian tersebut, GKPRI Jawa Barat menghadapi tantangan serius berupa penurunan jumlah anggota perorangan. Hal ini disinyalir terjadi akibat minimnya sosialisasi dan advokasi terhadap calon anggota baru, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda.
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya dukungan kelembagaan dan ketiadaan regulasi yang cukup kuat untuk mendorong minat ASN dalam berkoperasi. Isu ini ditegaskan sebagai problematika kolektif bagi gerakan koperasi Pegawai RI secara nasional yang memerlukan solusi bersama.
Laporan Performa Usaha 2025
GKPRI Jawa Barat kini memilah kegiatan usahanya ke dalam dua klaster utama guna mencapai efektivitas pendapatan:
1. Usaha Pelayanan Anggota
Berfokus pada penyertaan modal kerja untuk PKPRI. Pada tahun 2025, GKPRI memberikan pelayanan modal kepada 4 PKPRI dengan total volume mencapai Rp2,6 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 55,2% atau naik sebesar Rp925 juta dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka Rp1,67 miliar.
2. Usaha Non-Anggota dan Aneka Usaha
Klaster ini mengoptimalkan aset mandiri sebagai sumber pendapatan utama, meliputi:
- Pengelolaan Hotel Lengkong Heritage: Mencatatkan performa gemilang dengan pendapatan Rp1,29 miliar, melonjak drastis 85,69% dari tahun sebelumnya (Rp698,5 juta).
- Pengelolaan SPBU Lingkar Selatan: Unit usaha yang dikerjasamakan secara berkelanjutan.
- Jasa Penyewaan Fasilitas: Pemanfaatan ruang bisnis di area hotel, kantor pusat, dan area SPBU.
Secara kumulatif, pendapatan dari unit usaha yang dikelola mandiri maupun dikerjasamakan mencapai Rp1,9 miliar. Perolehan ini melesat 141,23% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,3 miliar.

Realisasi Pendapatan dan Capaian Target
Sepanjang tahun buku 2025, total pendapatan yang dibukukan GKPRI Jawa Barat menyentuh angka Rp2,4 miliar. Pendapatan ini bersumber dari kerjasama dan jasa (Rp2,07 miliar) serta pendapatan lain-lain (Rp343,8 juta).
Meskipun angka total pendapatan tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2024 (Rp2,9 miliar), namun realisasi tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam RK-RAPB 2025. Capaian ini tercatat 11,2% lebih tinggi dari target rencana kerja sebesar Rp2,17 miliar.
Dengan hasil ini, GKPRI Jawa Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keuangan organisasi melalui optimalisasi aset, sembari terus berupaya menjawab tantangan regenerasi anggota di masa depan. (PRIO)