Syahnas Rasyid Tegaskan Pentingnya Akses Pembiayaan dan Tata Kelola Profesional Koperasi di CNN Indonesia TV
Syahnas Rasyid Tegaskan Pentingnya Akses Pembiayaan dan Tata Kelola Profesional Koperasi di CNN Indonesia TV

Syahnas Rasyid Tegaskan Pentingnya Akses Pembiayaan dan Tata Kelola Profesional Koperasi di CNN Indonesia TV

Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI), Hj. Syahnas Rasyid, didapuk sebagai narasumber dalam acara Diskusi Panel bertajuk “Dari Koperasi untuk Ekonomi Indonesia” yang ditayangkan secara langsung oleh CNN Indonesia TV, Kamis (8/10) malam.

Syahnas hadir bersama narasumber lainnya, yaitu Direktur Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Oetje Koesoema Prasetia serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman. Diskusi panel ini mengelaborasi peran vital koperasi yang kini dituntut untuk terus profesional dan produktif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Penguatan Akses Pembiayaan dan Tata Kelola

Dalam pembahasannya, Syahnas Rasyid menekankan bahwa akses pembiayaan memiliki peran strategis untuk memperkuat dan mengembangkan kegiatan usaha koperasi. Pembiayaan dari LPDB dirasakan menjadi alternatif nyata yang memfasilitasi kebutuhan usaha koperasi, baik di sektor produksi maupun simpan pinjam.

“Perlu digarisbawahi bahwa penerimaan dana bergulir bukanlah akhir dari proses pembiayaan. Hal yang jauh lebih krusial adalah kemampuan koperasi dalam mengelola dana tersebut secara bertanggung jawab agar memberi manfaat nyata bagi seluruh anggota,” papar Syahnas.

Untuk mencapai hal tersebut, koperasi diwajibkan menyiapkan berbagai persyaratan kelembagaan, memperkuat tata kelola, serta memastikan bidang usaha yang dijalankan memiliki prospek yang jelas. Koperasi harus sehat secara kelembagaan, memiliki kejelasan bisnis, serta menerapkan administrasi dan laporan keuangan yang tertib.

Sinergi LPDB dan Adaptasi Zaman

Pernyataan Syahnas didukung oleh Direktur Bisnis LPDB, Oetje Koesoema Prasetia. Oetje mengaminkan bahwa kesiapan internal koperasi menjadi kunci utama. Tata kelola dan model bisnis yang semakin memadai akan memudahkan proses evaluasi penggunaan pembiayaan serta pengembalian dana secara sehat.

Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menambahkan bahwa koperasi masa kini tidak boleh hanya berfokus pada agenda rutin seperti rapat anggota atau penghimpunan simpanan. Koperasi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan bertransformasi menjadi wadah kolaborasi ekonomi yang inklusif. Wadah ini diharapkan dapat menjadi tempat generasi muda membangun usaha, mengembangkan produk, memperluas jangkauan pasar, hingga meraih berbagai peluang ekonomi di masa depan. (PRIO)